Banner
jogja belajar
Login Member
Username:
Password :
Fans Page fb
Agenda
28 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Jajak Pendapat
Fullday School, siswa beraktifitas penuh di sekolah, pendapat Anda?
Setuju
Tidak Setuju
Tidak Peduli
  Lihat

UNBK, Evolusi Ujian Berbasis Komputer yang Butuh Kesabaran

Tanggal : 02/17/2016, 14:27:28, dibaca 849 kali.

SpensakaNews. Ujian Nasional akan dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan, untuk jenjang SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran yang sama dengan ujian menggunakan Paper Based Test (PBT). Jadi setiap peserta akan mengerjakan seluruh mata pelajaran secara  terkomputerisasi, Computer Based Test (CBT) dengan waktu yang sudah ditentukan. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UNBK  tahun  2016  di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan sistem CBT  untuk  mendapatkan  hasil  tes  yang  valid,  dan  dapat  dipertanggungjawabkan.
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4442 sekolah yang terdiri dari 1022 SMP/MTs, 1314 SMA/MA, dan 2.106 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.
SMP Negeri 1 Kalasan pada tahun pelajaran 2015/2016 mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer. Dengan jumlah peserta didik 192, sebagai sekolah penyelenggara UNBK, maka di wajibkan memiliki PC 1/3 dari jumlah siswa. SMP Negeri 1 Kalasan sudah memiliki 2 laboratorium komputer dengan kapasitas 22-24 PC per laboratorium. Selanjutnya dengan swadaya sekolah SMP Negeri 1 Kalasan menambah 1 laboratorium komputer baru dengan daya tampung 26 PC. Selanjutnya SMP N 1 Kalasan melengkapi laboratorium dengan PC khusus berkemampuan khusus sebagai servernya, PC ini memiliki kemampuan untuk menghandle maksimal 30 client PC sebagai sarat penyelenggaraan UNBK. Guna memberi kenyamanan peserta ujian, setiap laboratorium di seting semaksimal mungkin sehingga peserta ujian merasa betah dan nyaman ketika melaksanakan ujian. Kedepannya laboratorium ini akan mendukung digunakannya i ujian paperless dan menjalankan e-learning.
Beberapa kendala memang masih dijumpai selama tahap uji coba pelaksanaan ujian berbasis komputer. Tidak bisa diprediksinya pasokan listrik PLN selama pelaksanaan ujian berbasis komputer tampaknya masih memerlukan pemikiran yang panjang. Dimulai dari penggunaan genset dan fasilitas tambahan yang harus dilengkapi pada PC client supaya pelaksanaan ujian dapat tetap berjalan sesuai jadwal walaupun terjadi pemadaman listrik. Jer basuki mawa bea, tampaknya menjadi istilah yang tepat untuk memulai sebuah lompatan yang lebih tinggi dan mencapai kesuksesan. Tentu saja penggunaan fasilitas TIK tidak terlepas dari munculnya biaya pemeliharaan yang membengkak. Untuk mengatasi hal ini, sudah diantisipasi dengan perencanaan yang matang dan terprogram di tahun mendatang.
Di lain pihak, perubahan pola ujian paper-test menjadi paper-less, tampaknya tidak membawa masalah cukup serius bagi peserta didik. Peserta didik sudah merasa familiar, mudah dan nyaman dalam menjawab setiap pertanyaan ujian. Dengan beberapa uji coba penyelenggaraan ujian, seperti TPM dan Simulasi UNBK, tampaknya pengorbanan sekolah untuk menyelenggarakan ujian paper-less tidak sia-sia. Bisa dikatakan berat didepan tapi ringan di masa mendatang. Beberapa rencana pelaksanaa ujian dan e-learning telah dikaji dan dipersiapkan sekolah guna mewujudkan pembelajaran yang revolusioner berbasis TIK. Adm-18

Sumber data : http://unbk.kemdikbud.go.id/



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar fb dari tulisan berita diatas

 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas