Banner
jogja belajar
Login Member
Username:
Password :
Fans Page fb
Agenda
28 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Jajak Pendapat
Fullday School, siswa beraktifitas penuh di sekolah, pendapat Anda?
Setuju
Tidak Setuju
Tidak Peduli
  Lihat

Implementasi Pendidikan Sekolah Berbasis Budaya

Tanggal : 03/26/2015, 13:04:10, dibaca 668 kali.

SpensakaNews. Budaya adalah tonggak peradaban bangsa. Mempelajari budaya ibarat mempelajari bagaimana bangsa ini lahir. Indonesia merupakan negara kepulauan yang majemuk. 13.000 gugusan pulau lebih terhimpun dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Jika Anda mencari negara diplanet bumi dengan tingkat keanekaragaman budaya yang beraneka ragam, maka jawabannya adalah Indonesia. Hampir separuh gugusan pulau memiliki budaya sendiri-sendiri. Bisa dibayangkan 10% saja pulau di Indonesia memiliki budaya yang berbeda, maka ada lebih dari 1000 kebudayaan yang menyusun bangsa ini. Luar biasa. Akan tetapi budaya yang telah berumur lebih panjang melebihi umur rata-rata manusia yang melestarikannya dapat punah sama sekali hanya dalam hitungan tahun. Dialah ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesatnya perkembangan iptek membawa paradigma budaya menjadi kuno dan harus ditinggalkan untuk bersaing dengan bangsa Barat, bangsa yang lebih maju ilmu pengetahuannya. Tetapi apakah kemajuan suatu bangsa bisa meninggalkan sebuah peradaban yang akan selalu tertulis di setiap buku ensiklopedi. Jawabannya sulit. Peradaban dibentuk dari budaya dan ilmu pengtahuan yang bertahan berabad-abad. Nenek moyang bangsa Indonesia pada jaman nya sangat terkenal, bahkan peninggalannya masih dijumpai sampai sekarang. Dan Anda  tidak menjumpainya pada negara lain kecuali sedikit saja. Apakah ini bukan dilandasi iptek pada jamannya. Tentu saja kita akan memahami kalimat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memegang teguh kebudayaannya suatu yang memang berat diwujudkan. Hanya dengan asal-asalan mengikuti trend mode bangsa lain kita tidak akan dikenang lagi oleh anak cucu kita di masa depan bahwa ini adalah hasil karya pendahulu kita. Bahkan dalam buku pelajaran anak-anak masa depan jangan sampai sejarah gelap tanpa karya ini di tampilkan. Maka inilah saatnya kita memakai seragam identitas kebudayaan baru bangsa Indonesia. Yang tidak perlu memulai dari awal karena kita sudah memiliki modal dari pendahulu kita. 
Melalui program Dinas Dikpora Provinsi D.I Yogyakarta SMP N 1 Kalasan berkesempatan menjadi sekolah model implementasi Pendidikan Berbasis Budaya. Kegiatan diawali dengan  Workshop Pendidikan Karakter Berbasis Budaya pada tanggal 25-26 Maret 2015. Kegiatan diikuti 90 peserta didik kelas 7 dan 8 beserta guru pendamping dari mata pelajaran Seni Budaya dan Mulok..(bersambung)...



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar fb dari tulisan berita diatas

 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : 1 -  [sample@email.tst]  Tanggal : 01/05/2015


   Kembali ke Atas